SALATIGA, salatiga24.com – Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, mendorong pedagang pasar tradisional memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas jangkauan pemasaran dan meningkatkan penjualan. Upaya tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Pemasaran Online bertema “Strategi Jualan Modern untuk Pedagang Pasar: Go Online, Go Cuan” di Mini Theater DPRD Kota Salatiga, Kamis (29/10/2026).
Kegiatan yang didanai melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam membantu pedagang beradaptasi dengan perubahan pola belanja masyarakat yang semakin mengandalkan platform digital.
Robby mengatakan, pedagang pasar memiliki peran penting sebagai penggerak perekonomian rakyat. Karena itu, kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi menjadi kebutuhan agar pasar tradisional tetap mampu bersaing.
“Pedagang pasar merupakan salah satu ujung tombak penggerak perekonomian rakyat. Namun, kita juga menyadari bahwa perkembangan teknologi telah membawa perubahan besar dalam pola belanja masyarakat. Dengan demikian, pasar kita tidak hanya menjadi tempat transaksi secara langsung, tetapi juga mampu menjangkau konsumen yang lebih luas melalui ruang digital,” kata Robby kepada salatiga24.com.
Melalui pelatihan tersebut, pedagang diharapkan mampu memanfaatkan berbagai platform digital untuk memasarkan produk, menjangkau konsumen baru, serta meningkatkan daya saing usaha. Digitalisasi juga diharapkan dapat memperkuat keberadaan pasar tradisional di tengah perkembangan perdagangan modern.
Robby Luncurkan Empat Inovasi Daerah
Selain mendorong digitalisasi pasar, Robby juga meluncurkan empat proyek perubahan yang digagas peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXVIII Tahun 2026.
Keempat inovasi tersebut menyasar berbagai sektor pelayanan publik, mulai dari pengelolaan pasar rakyat, peningkatan kompetensi aparatur sipil negara (ASN), perlindungan perempuan dan anak, hingga pengelolaan sampah berkelanjutan.
Pertama, SIPASAR RESIK, singkatan dari Strategi Integrasi Pengelolaan Pasar Rakyat Melalui Pengelolaan Pasar Berbasis Data, Digitalisasi Promosi dan Menumbuhkan Ekosistem Pasar di Kota Salatiga.
Inovasi yang digagas Kepala Dinas Perdagangan Kota Salatiga, Agung Pitoyo, ini berfokus pada penguatan tata kelola pasar rakyat melalui pemanfaatan data dan digitalisasi promosi. Program tersebut diharapkan dapat membangun ekosistem pasar yang lebih berkembang dan adaptif terhadap perubahan zaman.
Kedua, S-CORPU “BERIMAN” atau Salatiga ASN Corporate University, Belajar Ilmu Bermanfaat. Inovasi yang digagas Kepala BKPSDM Kota Salatiga, Jumiarto, ini diarahkan untuk meningkatkan kompetensi ASN melalui sistem pembelajaran berkelanjutan.
Ketiga, SI-PEDAL, yakni Strategi Integrasi dan Pemberdayaan Paralegal dalam Penguatan Kolaborasi Penanganan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Kota Salatiga.
Digagas Kepala DP3APPKB Kota Salatiga, Suparli, inovasi ini menitikberatkan pada penguatan peran paralegal dan kolaborasi lintas sektor dalam penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Keempat, SMART WASTE ECO-LINK RW SUKSES, sebuah inovasi pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir berbasis local hero dan insentif untuk mendukung pertumbuhan ekonomi sirkular yang berkelanjutan.
Program yang digagas Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Salatiga, Yunus Juniadi, ini mendorong keterlibatan penggerak lokal dalam pengelolaan sampah sekaligus mengembangkan skema insentif agar kegiatan pengelolaan sampah memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.
Peluncuran empat proyek perubahan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Salatiga dalam mengembangkan inovasi di berbagai sektor. Melalui penguatan tata kelola, peningkatan kapasitas ASN, kolaborasi lintas sektor, serta partisipasi masyarakat, inovasi tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik dan pembangunan daerah. (*)

